PATUH TOBA: Kapolrestabes Medan Kombes. Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H saat menyalami seorang pengendara sepeda motor. (ist)
MEDAN — Kapolrestabes Medan Kombes. Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H didampingi jajarannya gelar Strong Point Operasi PATUH TOBA 2026 di Simpang Kampus UISU, Jalan SM Raja Medan pada Selasa (27/10/2026) pagi.
Tepat pukul 06.30 WIB, ia bersama Wakapolrestabes, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, dan Kapolsek Medan Kota membaur dengan personel Sat Lantas. Fokusnya jelas memastikan arus lalu lintas di sekitar kampus tetap lancar dan mencegah kecelakaan.
Namun ada yang istimewa. Di sela tugasnya mengatur arus kendaraan, Kapolrestabes Medan melakukan analisa cepat titik rawan kecelakaan bersama Kasat Lantas.
Matanya jeli memperhatikan setiap pengendara yang melintas. Ketika mendapati pengendara yang nekat tidak memakai helm, ia tak langsung menghardik.
Justru, ia menghampiri dan menyerahkan sebuah helm baru. “Ini pak, pakai ya. Demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Momen itu menjadi bukti nyata bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan wujud kepedulian.
Helm-helm yang dibagikan bukan sekadar barang, tapi simbol perlindungan jiwa. Aksi humanis ini pun menjadi magnet perhatian warga yang melintas.
Suasana semakin hangat ketika Kapolrestabes menyapa sejumlah anak sekolah dasar yang tengah berangkat. Ia menyapa mereka dengan hangat, menanyakan tujuan, dan mengingatkan agar selalu berhati-hati di jalan.
Tawa ceria anak-anak itu seakan menjadi oase di tengah hiruk-pikuk kota. Momen ini menegaskan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Kombes. Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H ingin memastikan Operasi Patuh Toba 2026 bukanlah momok, melainkan upaya edukatif dan preventif untuk membangun kesadaran berlalu lintas. Pendekatan personal dan edukatif inilah yang menjadi pembeda. Bukan hanya menilang, tapi merangkul.
Dengan turun langsung ke lapangan, Kapolrestabes Medan membuktikan bahwa kepemimpinan yang efektif hadir di tengah kesulitan rakyatnya. (wil)












