Berita  

Anggota DPRD Deli Serdang Minta Perangkat Desa Bandar Klippa Lakukan Pungli Dicopot

DESAK: Junaidi SH, anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang. Bawah, saat ketua RT berdamai dengan warga. (ist)

DELI SERDANG – Dugaan pungli dengan mengutip uang dari pedagang dengan dalih sumbangan perbaikan lampu jalan dan bahu jalan viral di media sosial (medsos).

Ketua RT bernama Safaruddin yang baru beberapa bulan diangkat menjadi Ketua RT 09 RW 02 dalam aksinya yang direkam seorang wanita terlihat mendatangi kios-kios pedagang dan warga sambil membawa surat/proposal RT, meminta dana partisipasi dengan target jutaan rupiah.

Aksi tersebut sangat disesalkan dan oknum Kepala RT diminta segera dicopot dari jabatannya.

Hal itu dikatakan Junaidi SH yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang dari Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat). “Sikap Ketua RT sangat memalukan dan merugikan warga. Dimana saat warga sulit mencari nafkah perangkat desa malah melakukan pungli,” ujarnya.

Junaidi SH juga dengan tegas meminta Kepala Desa Bandar Klippa, Suripno agar mencopot oknum perangkat desa tersebut. “Demi menjaga marwah desa, ketua RT tersebut harus segera dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Menurut Junaidi SH, pemecatan tersebut juga menjadi dan peringatan bagi oknum yang lainya.

Junaidi SH juga meminta warga agar berani memberikan informasi jika ada perangkat desa dan lainnya yang melakukan pungli dan tindak kejahatan lainnya.

“Saya mengapresiasi masyarakat yang berani melaporkan atau memviralkan perbuatan oknum-oknum yang menyalah,” terang Junaidi SH yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang ini.

Kasus dugaan pungli ini telah diselesaikan secara damai melalui mediasi antara pihak Kecamatan Percut Sei Tuan, Pemerintah Desa Bandar Klippa, dan pedagang yang bersangkutan.

Kepala Dusun (Kadus) XI, Jono Santoso, didampingi pihak desa dan Ketua RT, telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyatakan bahwa insiden tersebut diakibatkan oleh miskomunikasi.

VIRAL

Kasus dugaan pungli dilakukan dua orang pria mengaku dari pengurus RT ke pedagang, viral di media sosial. Korban mengaku sempat diancam para pria itu.

Dalam video terlihat ada seorang wanita yang tengah memvideokan surat. Kop surat itu tertulis RT 09/002 Dusun XI Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Surat itu tertulis “Mohon Bantuan Dana Partisipasi”. Surat tersebut berisi proposal pembangunan dan perbaikan lampu jalan yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp 7.355.000.

Dalam surat itu juga dirincikan taksasi dana pembangunan bahu jalan dan perbaikan lampu jalan itu. Surat tersebut turut ditandatangani oleh Ketua RT 09 Suherianto, serta Ketua panitia pembangunan perbaikan lampu jalan bernama Saparuddin dan sekretaris panitia bernama Zulkarnaen.

Setelah menunjukkan surat itu, wanita pedagang baju dan tas itu mengarahkan kameranya ke dua pria yang tengah berada di depan tokonya. Salah satu pria berdiri, sedangkan satunya lagi tengah duduk di atas motor.

Wanita itu mempertanyakan soal uang perbaikan lampu yang dikutip para pria itu. Menurutnya, perbaikan lampu itu menjadi wewenang pemerintah. Terlebih tokonya itu berada di pinggir jalan umum.

Namun, ujung-ujungnya pedagang itu pun memberikan uang Rp 50 ribu. Pedagang tersebut sempat memprotes soal pungutan itu.

Salah satu pria itu mengaku mereka dari pengurus RT. Sempat terjadi perdebatan antara mereka.

Pedagang wanita dalam video itu bernama Siti Kholijah Sipahutar. Siti mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/7) sekira pukul 15.00 WIB. Selama 12 tahun berjualan di lokasi itu, dia mengaku baru pertama kali dimintai uang dari pihak RT itu. (wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *