FOTO BERSAMA: Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen foto bersama dengan Tim Penelitian Tahap I dari Sespim Lemdiklat Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Suprayitno, di aula Patriatama Mapolrestabes, Rabu (29/4/2026). (ist)
MEDAN – Polrestabes Medan menerima kunjungan Tim Penelitian Tahap I dari Sespim Lemdiklat Polri dalam rangka kajian bertajuk “Transformasi Kepemimpinan Polri di Era Digitalisasi dalam Pengelolaan Keamanan Dunia Baru”, di aula Patriatama Mapolrestabes, Rabu (29/4/2026).
Rombongan tim penelitian yang dipimpin Kombes Pol Suprayitno tersebut disambut langsung oleh Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudy Silaen.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi kepolisian dalam merespons dinamika perubahan teknologi yang semakin cepat serta implikasinya terhadap pola keamanan dan kepemimpinan di tubuh Polri.
Dalam sambutannya, AKBP Rudy Silaen menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penelitian beserta keterlibatan berbagai komponen masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim ini menjadi bukti bahwa Polri terus berupaya melakukan pembaruan, khususnya dalam aspek kepemimpinan organisasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga membuka peluang munculnya jenis-jenis kejahatan baru yang semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang adaptif, responsif, serta mampu bergerak cepat dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Seorang pemimpin di era saat ini dituntut memiliki visi yang kuat dalam membangun budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif. Transformasi digital harus disikapi sebagai peluang sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi dengan strategi yang tepat,” ujar Rudy.
Lebih lanjut, pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan penelitian, baik melalui penyediaan data, informasi, maupun akses yang dibutuhkan oleh tim peneliti.
“Saya berharap hasil penelitian ini dapat melahirkan rekomendasi yang komprehensif, aplikatif, serta menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan yang lebih responsif terhadap perkembangan situasi global,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian, Kombes Pol Suprayitno menjelaskan bahwa penelitian serupa juga dilaksanakan di lima kepolisian daerah lainnya, yakni Polda Sumatera Utara, Polda Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Barat, Polda Nusa Tenggara Barat, dan Polda Jawa Timur.
Ia mengungkapkan bahwa pemilihan Sumatera Utara sebagai salah satu lokasi penelitian didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis, di antaranya tingkat kriminalitas yang relatif tinggi pada tahun 2025 serta posisi wilayah tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan yang memiliki dinamika keamanan cukup kompleks.
“Perkembangan teknologi saat ini tidak hanya mengubah cara manusia berinteraksi, tetapi juga menjadikan data sebagai aset utama dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, melalui penelitian ini kami ingin menyiapkan calon pimpinan Polri yang mampu menyampaikan kebijakan dan keputusan berbasis data, bukan semata intuisi,” jelas Suprayitno.
Tambahnya, kegiatan penelitian ini, Sespim Lemdiklat Polri diharapkan dapat menghimpun berbagai masukan, gagasan, serta inovasi dari berbagai pihak. Hasilnya nanti diharapkan mampu memperkuat konsep kepemimpinan Polri yang modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan keamanan di era digitalisasi.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif, di mana tim peneliti juga melakukan diskusi serta pengumpulan data dari jajaran Polrestabes Medan guna memperkaya hasil kajian yang tengah dilakukan. (Wil)












