Berita  

Dua Kubu Unjukrasa, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sumut Dukung Kinerja Kapolrestabes Medan

DUKUNG: Advokat, Gelmok Samosir SH MH menyampaikan orasinya mendukung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak dalam memberantas kejahatan, di depan Mapolrestabes, Senin (9/2/2026). (ist)

MEDAN – Dua kubu massa saling menyampaikan orasi di depan Mapolrestabes Medan, Senin (9/2/2026).

Keduanya memiliki pandangan berbeda. Yang pertama massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sumut. Dalam orasinya, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sumut, Dedi Harvi, menilai apa yang dilakukan Polrestabes Medan semata-mata adalah untuk kepentingan dan perlindungan masyarakat luas.

Polri hadir untuk rakyat, dan kami berdiri bersama Polri. Hari ini tidak ada lagi narasi omong kosong, semua proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, kita patut menghargai setiap proses hukum yang berlangsung, apa pun dampaknya bagi siapa pun.

“Yang terpenting adalah bagaimana hukum ditegakkan secara setara, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Intervensi adalah sumber utama rusaknya keadilan dan kewibawaan hukum di negara ini. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa kinerja kepolisian saat ini sudah semakin baik. Tidak ada lagi ruang bagi pelanggaran hukum yang dibiarkan tanpa sanksi. Siapa pun yang melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.

Ketua LSM Penjara Indonesia, Ahmad Rizal alias Boy dalam orasinya menyampaikan pencurian ini tidak bisa serta-merta diposisikan sebagai tindak pidana ringan yang berdiri sendiri, apalagi langsung disimpulkan sebagai kejahatan yang lahir dari niat jahat murni. Ada terlalu banyak kemungkinan sebab yang belum diuji secara jujur. Masih ada ruang mediasi dan jalan damai, yang secara hukum dan sosial sama-sama relevan.

“Logikanya sederhana, jika dua orang itu memang pencuri profesional atau “hobi mencuri”, hampir pasti ada pengulangan perbuatan, rekam jejak, atau pola yang konsisten. Tapi faktanya, ini disebut sekali terjadi. Itu sendiri sudah memunculkan tanda tanya besar. Maka wajar jika muncul dugaan-dugaan alternatif,” katanya.

Ia menilai kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak saat ini sudah mulai menunjukkan perkembangan yang nyata. Terlihat keseriusan beliau beserta jajaran dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Medan. Hal ini patut kita apresiasi bersama.

“Kami juga menyatakan keprihatinan mendalam atas adanya laporan masyarakat terkait kasus pencurian handphone yang berujung pada dugaan penganiayaan terhadap dua korban oleh pihak yang diduga sebagai “bos” pelaku. Peristiwa tersebut sangat menciderai rasa keadilan dan nurani masyarakat.

Pihaknya masih dan akan terus menaruh kepercayaan kepada Kapolrestabes beserta jajaran, termasuk Kasat Reskrim untuk menegakkan hukum seadil-adilnya demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Medan.

Ketua DPW JPKP Sumatera Utara, Nico Nadeak juga dalam orasinya juga mendukungan Kapolrestabes Medan beserta seluruh jajarannya. Ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberantas narkoba, jaringan geng narkoba, praktik perjudian, serta berbagai tindak pidana kriminal lainnya di Kota Medan.

“Kami sebagai masyarakat Kota Medan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Bapak Kapolrestabes Medan serta jajaran atas langkah-langkah tegas dan terukur yang telah diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Advokat, Gelmok Samosir SH MH juga dalam orasinya menegaskan jika mereka hari ini berdiri di sini bukan untuk mencaci, bukan untuk membuat gaduh, akan tetapi hari ini mereka datang dengan satu suara dan satu tujuan, yakni mendukung Polrestabes Medan untuk terus dan terus memberantas kejahatan di Kota Medan.

“Kota Medan kota besar. Namun kota besar tidak boleh dikuasai oleh begal. Kota besar tidak boleh lumpuh oleh narkoba. Kota besar tidak boleh dikotori oleh judi, kekerasan, dan teror di jalanan. Kami lelah melihat anak muda menjadi korban begal. Orang tua pulang kerja dengan rasa takut. Generasi muda dirusak oleh narkoba dan ekonomi rakyat kecil hancur karena judi,” kata Gelmok.

Ia menyatakan dengan tegas, cukup sudah, Kota Medan harus aman. Bapak Kapolrestabes Medan yang kami hormati, kami melihat kerja nyata bapak dan jajaran. Kami melihat razia, kami melihat penangkapan dan kami melihat pengungkapan kasus. Kami tahu tugas ini tidak mudah, kami tahu tekanan itu besar, kami tahu ada yang senang, dan ada pula yang terganggu.

“Namun ketahuilah, Bapak Kapolrestabes, di belakang bapak ada rakyat yang mendukung. Ada masyarakat yang ingin hidup tenang dan ada generasi muda yang ingin masa depan bersih dari narkoba dan kejahatan. Karena itu kami menyatakan, lanjutkan, jangan ragu, jangan mundur. Tindak tegas begal, bandar narkoba, pelaku judi, dan seluruh kejahatan yang meresahkan rakyat. Jangan beri ruang bagi kejahatan di Kota Medan,” pintanya.

RICUH
Dan yang kedua aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH).

Dalam insiden tersebut, dua mahasiswa terpaksa diamankan ke dalam Polrestabes Medan.

Kericuhan terjadi saat massa hendak membakar ban sebagai bentuk ekspresi protes. Namun, aksi itu dicegah petugas dengan mengambil ban yang sudah disiapkan massa. Situasi kemudian memanas hingga terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. (wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *