Ketum PBK, Jesayas Tarigan. (ist)
KARO – Ketua Umum Pemuda Barisan Karo (PBK), Jesayas Tarigan menyayangkan kutipan-kutipan di lokasi pariwisata di Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara (Sumut).
Seperti di pemandian air panas Ndaulu/Debuk Debuk, Gundaling dan Lau Kawar. Kutipan pun bervariasi sehingga membebani pengunjung.
“Kita menduga ada tiga kutipan dilakukan kepada masyarakat maupun turis manca negara yang hendak masuk dan berkunjung ke tempat wisata tersebut oleh dinas pariwisata, pemuda setempat dan kutipan parkir. Saya menyayangkan hal itu karena sangat meresahkan,” ujar Jesayas Tarigan kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Selain kutipan yang sangat memberatkan pengunjung, kebersihan juga belum memadai dan tak sesuai harapan.
“Dampaknya bisa serius bagi citra Kabupaten Karo sebagai daerah wisata dan adat. Dimana Kabupaten Karo dikenal dengan nilai budaya, keramahan dan kearifan lokalnya,” tambah Jesayas.
Selain itu, praktek pungli bisa berpotensi merusak kepercayaan wisatawan, mencoreng wibawa pemerintah daerah, mengganggu tatanan adat dan sosial masyarakat setempat dan menimbulkan kesan pembiaran dan penyalah gunaan atribut pemerintah.
“Kutipan-kutipan di kawasan wisata harus jelas dasar hukumnya, transparan dan dikelola resmi bukan atas nama kelompok tertentu, apalagi menggunakan atribut,” tegasnya.
Jesayas menyarankan agar pengelolaan kutipan dan kebersihan dilakukan satu pintu lewat Koperasi Merah Putih yang ditata pemerintah.
“Pemerintah agar serius menangani keluhan-keluhan masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat wisata di Kabupaten Karo mengingat banyaknya potensi pariwisata yang menjadi idola bagi para pengunjung,” harapnya. (Wil)












