TIBA : Genset sumbangan Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Mhd Sutikno tiba di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang. (ist)
DELISERDANG – Dua hari setelah memberikan bantuan sembako kepada warga korban banjir bandang di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang, Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Mhd Sutikno kembali memberikan bantuan genset.
Rupanya Mhd Sutikno merasa masih berutang kepada warga.
Warga yang menerima sembako pada Kamis (10/12/2025) mengatakan kepada Hendra, perwakilan pengurus Ranting Desa Kolam bahwa mereka butuh genset untuk penerangan.
Hal itu lalu dilaporkan Hendra ke Sahrul sapaan akrab Mhd Sutikno sesuai tiba di Desa Kolam. Tanpa pikir panjang apalagi ada instruksi dari Ketua MPC PP Deliserdang, Junaidi agar pengurus dan kader PP melakukan giat sosial membantu korban banjir bandang, Sahrul langsung menyumbangkan genset pada Minggu (14/12/2025).
Jalan masih berlumpur, Hendra dan kader PP lainnya kembali tiba di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang.
Kehadiran mereka yang membawa genset disambut sukacita oleh warga.
“Ini bapak ibu sekalian sumbangan dari Ketua Ranting Desa Kolam, Mhd Sutikno. Kami berharap dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Hendra.
Ridho, salah seorang warga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Kolam yang peduli terhadap kami.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Kolam, Mhd Sutikno dan pengurus lainnya. Semoga diberi berkah dan Pemuda Pancasila makin dicintai masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 26 Nopember lalu banjir bandang menyerang tiga propinsi di Sumatera yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Di Kota Aceh Tamiang, kedalaman air diperkirakan 4 meter lebih sehingga merusak ratusan rumah. Hingga kini penerangan listrik masih belum normal, hanya di beberapa lokasi yang listriknya hidup. Sedangkan lokasi lainnya gelap gulita.
Di malam hari, Kota Aceh Tamiang gelap gulita seperti kota mati. Sedangkan di siang hari, pemandangan kota porak poranda. Truk tangki sampai ada di atap rumah warga.
Lumpur-lumpur di jalan mulai dibersihkan, dan mobil yang terjebak banjir ditinggalkan pemiliknya di pinggir jalan dan depan rumah.
“Mobil terpaksa ditinggalkan pemiliknya karena takut terjebak banjir,” jelasnya. (wil)












