Kombes dr. Taufik Ismail.Sp. OG, MARS,
MEDAN – Sebanyak 321 jenazah korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) ditemukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Hingga Senin (8/12/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, jumlah korban jiwa yang meninggal dunia akibat terdampak korban banjir dan longsor di daerah Sumatra Utara sebanyak 321 korban jiwa.
Sementara itu, sekitar 40 jenazah yang belum diidentifikasi dan langsung dimakamkan masyarakat.
“Ini terjadi karena saat itu, masyarakat sebelum daerah tersebut yang belum ditembus atau jalannya bisa dilewati, masyarakat langsung memakamkan sebanyak 40 jenazah di berbagai kabupaten yang terdampak banjir,” ujar Kombes dr. Taufik Ismail.Sp. OG, MARS.
Tambahnya, pihaknya kesulitan dalam mengidentifikasi mayat tersebut karena sudah melewati kurang lebih 8 hari.
“Karena dalam pembusukan dan bahkan ada yang sudah body part, dan daerah yang banyak ditemukan body part di Sibolga dan Tapanuli Selatan,” tambahnya.
Tapanuli Tengah ada 36 jenazah yang belum diketahui identitasnya, dan satu jenazah sudah dimakamkan, sementara di Tapanuli Selatan sebanyak 87 jenazah belum diketahui, dan 16 jenazah sudah dimakamkan.
Adapun juga masyarakat memakamkan jenazah yang sudah tidak utuh badannya, atau terpisah dari tubuhnya.
Hingga kini, korban yang hilang dalam bencana alam di Sumatra Utara, khususnya di Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan sebanyak 103 orang.
“Saat ini pihaknya, masih melakukan upaya pencarian secara berlangsung tanggap darurat dengan tanggal 11 November 2025, terus menunggu apakah akan diperpanjang atau tidak, selama tim SAR melakukan pencarian dan tim Disaster Victim Identification terus bekerja untuk mengidentifikasi,” pungkasnya. (wil)












