BEREBUT : Pemain PSMS saat berebut bola dengan pemain Garudayaksa. (ist)
MEDAN – Tuan rumah PSMS Medan harus mengakui kehebatan tim tamu Garudayaksa usai ditumbangkan dengan skor 0-2 pada lanjutan Liga 2 di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat (31/10/2025) malam.
Everton berhasil mencetak gol dari titik putih dan membawa Garudayaksa unggul 1-0. Tertinggal satu gol, pelatih PSMS Welliansyah memberikan instruksi dari pinggir lapangan.
Felipe mendapatkan peluang emas di menit ke-19, namun gagal membuat peluang menjadi gol. Di menit ke- 29 Welliansyah menarik Reyki dan digantikan Marhaen untuk menambah daya dobrak Ayam Kinantan.
Rapatnya pertahanan Garudayaksa membuat asa tuan rumah makin menurun. Lagi-lagi tuan rumah mendapatkan peluang lewat Arif Setiawan. Arif mengambil tendangan free kick. Tapi bola masih mengarah ke atas mistar gawang.
Wasit membunyikan peluit berakhirnya babak pertama. Di babak kedua tuan rumah bermain taktikal. Welli merotasi pemain. Rudiyana masuk menggantikan Hidayat untuk mempertajam serangan.
Di menit ke 60 kedua tim bermain keras. Menit ke-71, Maring mendapatkan peluang emas. Dewi fortuna belum berpihak pada Ayam Kinantan. Bola hanya bersarang disamping jaring gawang.
Di menit ke-71 Maring mendapatkan peluang emas di depan gawang namun dewi fortuna belum berpihak pada Ayam Kinantan. Kedua tim masih bermain saling menyerang. Wasit menghentikan sejenak permainan melihat VAR. Sebelumnya, Ryu dilanggar di dalam kotak penalti.
Akhirnya, wasit kembali menunjuk titik putih. Ryu pun berhasil mengeksekusi bola di menit ke-76. Skor 2-0 keunggulan Garudayaksa.
skror 2-0 ini bertahan hingga akhir laga.
Perolehan ini tentu memperlebar poin. PSMS Medan masih memperoleh poin 12 sementara Garudayaksa 20. Welliansyah memohon maaf kepada warga Sumut dan suporter belum bisa memberikan yang terbaik.
“Pemain sudah bermain baik. Tapi kondisi ketinggalan 1-0 lewat penalti anak-anak sudah drop. Di babak kedua saya coba bangkitkan semangat. Nah untuk wasit saya enggak bisa komentari. Sekali lagi kami mohon maaf,” tutur Welli.
Erwin Gutawa sang pemain bertahan kecewa dengan keputusan wasit. Namun begitu, Erwin berharap kinerja wasit lebih baik lagi. “Saya juga minta maaf pada suporter. Kita sudah memberikan segalanya di lapangan. Saya minta kinerja dan keputusan wasit harus diperbaiki,” tutup Erwin.
Sementara itu, pelatih Garudayaksa, Khamid Mulyono mengucapkan rasa syukurnya bisa mencuri poin di kandang lawan. “Alhamdulillah sesuai misi kita bisa mencuri angka di kandang lawan. Kita juga sudah melihat dimana kelebihan dan kekurangan tim lawan (PSMS). Untuk keputusan wasit kita tidak bisa menghakimi, VAR sudah ada,” ungkap Khamid. (wil)












