LANTIK: Ketua MBI Provinsi Sumatera Utara, Edi Sujono Setiawan saat melantik pengurus MBI Kabupaten Deli Serdang. Bawah, U.P. Gunadarko Liang Sing saat menerima pataka dari Edi Sujono Setiawan. (ist)
DELI SERDANG – Pengurus Cabang (PC) Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara periode 2026-2031 resmi dilantik di Vihara HOK Tek Tong, Jalan Kebun Sayur, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (25/10/2026).
Pengurus MBI Kabupaten Deli Serdang yang diketuai U.P. Gunadarko Liang Sing dan pengurus lainnya dilantik langsung Ketua MBI Provinsi Sumatera Utara, Edi Sujono Setiawan.
Ketua MBI Provinsi Sumatera Utara, Edi Sujono Setiawan dalam sambutannya berharap MBI Deli Serdang tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual umat, tetapi turut memperkuat kepedulian sosial dan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
“Pengurus PC MBI Deli Serdang yang baru dilantik dapat memperkuat organisasi, meningkatkan pelayanan kepada umat, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah dan organisasi keagamaan lainnya,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi MBI Deli Serdang untuk memperluas kontribusi dalam kegiatan keagamaan dan sosial, sekaligus merawat keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
Sementara Bupati Deli Serdang, Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan berharap MBI dapat berperan aktif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Misran Sihaloho.
“Selamat kepada seluruh pengurus Cabang Majelis Buddhayana Indonesia Kabupaten Deli Serdang yang baru dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, serta membawa manfaat bagi umat, masyarakat, dan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. Karena itu, toleransi, sikap saling menghormati, dan gotong royong harus terus dipelihara di tengah keberagaman.
“Perbedaan agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekayaan yang harus kita jaga bersama. Dengan menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, dan gotong royong, kita dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis,” lanjutnya.
Turut hadir Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Deli Serdang, Khairul Anwar, serta unsur Kecamatan Percut Sei Tuan, Suripno (Kades Bandar Klippa). (wil)












