Terduga Pelaku Cabul terhadap 20 Murid SD di Sampali Diamankan

DIAMANKAN – Terduga pelaku saat diamankan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Jalan Irian Barat, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. (ist)

DELI SERDANG – Pelaku pencabulan terhadap puluhan murid sekolah dasar di Jalan Irian Barat, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang tepatnya di depan sekolah terungkap pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.41 WIB.

Perbuatan asusila tersebut diketahui setelah salah seorang murid sekolah yang mengadu ke wali murid atau guru bahwa murid tersebut melihat temannya dirabah pria paruh baya yang berjualan mainan di depan sekolah.

Kemudian, guru tersebut memanggil muridnya yang menjadi korban pencabulan. Lalu para guru pun yang mendengar kejadian itu langsung melaporkan ke kepala sekolah.

“Akhirnya semua murid yang diduga pelecehan tersebut mengakui korban-korban itu dan melaporkan kepada pihak guru,” ucap Zulfan, Kepala Dusun XX, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jum’at (6/2/2026).

Pukul 09.30 WIB, pihak guru dan dewan guru serta kepala sekolah langsung menemui terduga pelaku Legiono alias Gono (65) warga Dusun XVII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang berjualan di depan sekolah tepatnya di lapangan sepak bola.

“Kebetulan terduga pelaku itu masih dalam keadaan menyusun barang dan jualan,” ujarnya.

Zulfan langsung menyuruh terduga pelaku pencabulan ini untuk mengemas barang jualannya dan mengajak ke ke Kantor Desa Sampali.

Terduga pelaku dibawa ke kantor desa untuk menghindari amukan massa yang sudah berkumpul di lapangan.

“Kami menanyakan sama pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas di kantor desa Sampali,l terduga mengakui hanya mencium bibir, pipi dan memegang alat vital para murid,” lanjutnya.

Terduga pelaku mengatakan ia mengiming-imingi para murid yang berbelanja di tempatnya dengan uang Rp. 2 ribu.

Dari hasil pemeriksaan, ada 20 murid yang diduga menjadi korban pencabulan.

“Terduga pelaku sudah diamankan ke Polrestabes Medan, karena massa sudah memenuhi kantor desa,,” lanjutnya. (Wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *