BANJIR : Tahanan saat akan mau dipindahkan. (ist)
LANGKAT – Hujan deras yang mengguyur kawasan Pangkalan Brandan dan sekitarnya selama tiga hari berturut-turut menyebabkan ribuan rumah warga di Terowongan, Kecamatan Sei Lepan, serta Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, terendam banjir.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga tetap meningkatkan kewaspadaan. Beberapa keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah sanak saudara yang lebih aman.
Hingga laporan ini disampaikan, hujan masih turun di wilayah Pangkalan Brandan dan sekitarnya, membuat kondisi banjir berpotensi terus bertambah parah.
Salah satu kawasan terparah yang terendam banjir adalah Kecamatan Babalan. Tidak hanya merendam ratusan rumah penduduk dan fasilitas umum, banjir dengan tinggi variatif hingga hampir 1 meter itu turut merendam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pangkalan Brandan yang berlokasi di Jalan Stasiun.
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan, atas nama kemanusiaan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen Pas) Sumut, melakukan aksi gerak cepat.
Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) baik titipan ataupun yang sudah divonis, langsung dievakuasi ke tempat lebih aman.
Karutan Kelas II B Pangkalan Brandan Akmalun Ihsan mengungkapkan, jumlah WBP yang dievakuasi akibat banjir sebanyak 435 orang.
“Karena situasi sudah tidak memungkinkan mengingatkan debit air banjir yang merendam terus meningkat, seluruh warga binaan terpaksa kami pindahkan ke tempat yang lebih aman,” terangnya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, seluruh WBP dipindahkan ke tiga lokasi yang seluruhnya masih berada di kabupaten Langkat.
“Mereka kita pindahkan ke tiga tempat antara lain ke Lapas Klas 3 Pemuda Langkat, Lapas Narkotika Kelas II A Langkat dan Rutan Tanjung Pura,” ujarnya. (wil)












